The Real Mata Elang

1924 Words

Damar menghentikan larinya sembari memegang lutut, ngos-ngosan setelah berkilo-kilo lari sendirian dalam keadaan gelap. Ia memang memutuskan untuk berpisah dengan Delvin, Bastian dan juga Kean. Ia ingin kembali ke kantor untuk mengambil senjata lengkapnya. Dan kalau bisa menghubungi sesama anggotanya, ia akan lakukan. Damar merasa bingung karena sampai saat ini belum melihat Dean sedari tadi. Entah pemuda itu baik-baik saja atau tidak. Karena mereka berpisah saat berada di rumah Edric. Bukan, lebih tepatnya Dean yang tiba-tiba menghilang tanpa patahan kata. Lelaki itu terdiam sesaat, merasa ada yang mengikutinya membuat ia perlahan memggerakan kepalanya ke belakang. Ia menegak kaget melihat di depan kantornya sedang mondar-mandir mencari mangsa. Damar sudah kelelahan sedari tadi berusa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD