Reyhan dan Hanna saling pandang dengan meneguk ludah kasar melihat para vampire yang kini mengepung keduanya. Tidak ada jalan lain selain menyerang mereka. Tidak juga bisa kabur karena gerak mereka dibatasi kini. Reyhan memainkan pedang dalam genggamannya. Vampire di depan mereka itu memang tidak seagresif vampire kelaparan kemarin-kemarin. Tapi, tetap saja mereka akan menyerang saat melihat kedua adik-kakak itu sedang lengah. "Hanna, aku akan berusaha menyerang di depan agar kau bisa kabur duluan. Aku ak––" cowok bertatto itu mendecak samar saat Hanna tidak menanggapi perkataannya, sang kembaran sudah maju duluan dengan gesitnya. Cewek berambut panjang yang dikuncir itu langsung melempar kedua pisaunya. Tepat mengenai kedua leher dua vampire di depannya. Hanna kembali melompat dengan m

