Elang masih berdiri berhadapan dengan Arthur yang kini tersenyum miring menatapnya. Sosok berambut perak itu perlahan mengibaskan jubahnya membuat benda-benda tajam itu mengarah ke depan Elang. Benda-benda itu langsung membeku tepat di depan kornea mata Elang. Hanya beberapa senti lagi benda itu sudah bisa menembus kedua netranya. Arthur yang melihat refleks yang menakjubkan itu mendecak tidak suka. Kembali melancarkan serangan dengan melayangkan semua daun-daun beku tadi sampai berpuluh-puluhan yang mengambang di udara kini. "Kau akan kesulitan, kau tidak akan bisa menjadi seorang raja dari para vampire. Kau tidak pantas menjadi raja karena insting manusiamu lebih kental dari pada insting vampiremu." Kata Arthur menunjuk wajah Elang tidak sopan. "Terus kau pikir, kau pantas menjadi raj
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


