Kehilangan Lagi

2104 Words

Yanan melongokan kepalanya ke kiri dan kanan menunggu jemputan. Anak kecil itu berdiri di depan gerbang sekolah sendirian, beberapa teman sekolahnya sudah berhamburan pulang. Ada yang dijemput oleh orangtuanya naik mobil. Ada yang pakai kendaraan beroda doa. Bahkan, ada yang dijemput tanpa kendaraan alias jalan kaki. Dikarenakan rumahnya dekat. Perlahan sekolah mulai terasa sepi membuat Yanan jadi berjongkok dan duduk mulai merasa bosan. Tangan mungilnya meraih kerikil di samping kakinya, mencoret-coret asal tanah di depannya. "Kak Edric kenapa lama ya?" Tanyanya dengan menghela napas bosan, "kembali melanjutkan coret-coretnya. Yanan menolehkan kepala saat merasa bayangan seseorang mendekat membuat ia mengangkat wajah menatap sosok jangkung di hadapannya kini. "Yanan, kan?" Yanan men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD