Edric menggerak-gerakan kakinya tidak sabar dengan perasaannya yang diliputi kecemasan. Pemuda itu berulang kali menatap ke arah Agatha yang sibuk merunduk membersihkan kuku-kukunya. Damar dan Dean sendiri sudah saling merapat, berusaha agar terlepas dari segel Arthur yang sama sekali tidak bisa mereka buka itu. Jangankan mereka yang manusia, Edric saja yang notabennya adalah seorang vampire tidak bisa melepaskan diri. Bahkan, makin terjebak dalam ikatan sihir Arthur. "Kalian jangan berharap bisa pergi, sebentar lagi tuan pasti akan kembali dan melenyapkan kalian satu-satu." Tukas Agatha dengan nada ringan, sembari meniup ujung kukunya sesaat lalu kembali membersihkannya. "Mungkin sekarang Elang sudah mati, karena siapapun yang berhadapan dengan tuan pasti akan mengalami itu." Sambungny

