Nugroho meredupkan kelopak matanya memandangi punggung pemuda di depan sana yang sudah berbalik pergi setelah melindungi orang-orang di sana. Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benaknya, tentang apa sebenarnya yang membuat pemuda itu terlihat seperti kehilangan. Padahal sepenglihatan Nugroho, pemuda tadi bisa melumpuhkan lawannya sampai menghilang di depan mata anggota militer. "Pak, apa sebaiknya jasad Pak Handoko di bawa sekarang ke markas atau bagaimana?" Tanya pria berbadan tegap sudah mengambil tempat di samping Nugroho. "Iya, lebih cepat dimakamkan lebih baik." Kata Nugroho dengan menipiskan bibirnya. "Baik, pak." Siap komandan tim inti satu itu sembari balik kanan dengan langsung mengarahkan anggotanya untuk mengangkut jasad Handoko ke mobil ambulance. Bukan hanya jasad Ha

