Akhir dari Pertarungan

3066 Words

                Delva mengernyitkan dahinya sembari memandangi Delvin dari samping yang berdiri tegang memandangi langit yang terlihat merah diselimuti kabut hitam sedari tadi itu. Pemuda itu bahkan berulang kali menghela napas samar sampai Delva sudah tidak bisa menghitungnya dengan jari. Delvin kembali mendesah samar membuat Delva mendecak, "kalau ngerasa cemas dengan apa yang terjadi di luar, kenapa tidak pergi saja?" Omel sang adik yang merasa jengah juga mendengar Delvin yang menarik dan membuang napas, apalagi ekspresi keruhnya yang terlihat cemas. "Kalau aku keluar sekarang, pasti aku akan berbuat gila. Dan mungkin saja tidak akan pernah kembali ke sini," katanya dengan nada lirih membuat Delva menaikan alisnya tinggi, tidak paham. "Kenapa tidak bisa kembali? Karena Arthur?" Delv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD