"Choi Seung Cheol ... bagaimana kau bisa berada disini?!" tanyaku kaget. Ia kemudian tersenyum hingga mata lebarnya itu menjadi sangat sipit. Seharusnya anak kepala sekolah itu berada di sekolah saat ini. Tapi mengapa dia malah di sini?? Apa dia itu penguntit atau sejenisnya eoh? Atau apakah ia membolos? "Yak mengapa malah tersenyum seperti itu? Kau harusnya di sekolah!" semburku. "Aku ijin selama seminggu," ucapnya. Tunggu! Apa aku tidak salah dengar? Ijin? Selama seminggu? Apa dia gila? Padahal waktu ujian tengah semester sebentar lagi. Apa dia sangat tidak peduli pada pendidikannya? Baiklah aku tau dia itu berandalan tapi Seung Cheol itu masih anak kepala sekolah. Seharusnya ia menjadi panutan yang baik untuk murid lain. Tapi kenyataannya Seung Cheol itu sama sekali tak bisa disebut

