"J-Ha Ru a-apa yang a-akan kau lakukan?" tanyaku takut. Ia menyeringai dan mendekatkan bibirnya ke telingaku. "Apa kau tau bahwa kau telah memancing seekor macan yang bisa memangsamu kapan saja?" bisiknya seksi. 'Glek!' Aku menelan salivaku. Ya tuhan! Aku memang mencintai Ha Ru! Tapi aku tak menginginkan hal dewasa terjadi sebelum waktunya! "Kau bilang ingin tidur bersamaku kan?" tanyanya. Aku tak menjawab pertanyaannya. Aku bahkan terlalu takut untuk melihat wajahnya. Ia mendekatkan wajahnya seperti hendak menciumku. Semakin dekat dan dekat. Aku menutup mataku takut. Aku takut jika harus kehilangan sesuatu yang penting malam ini juga. Aku tak ingin hal itu terjadi! Bibir Ha Ru sama sekali tak mencapai bibirku. Mengapa lama sekali. Aku membuka mataku dan dia tertawa lepas. "Hahahha

