Regan meringis kecil saat Yaya melemparkan tatapan tajam untuknya. Saking fokusnya memasakan sarapan yang enak, ia sampai tidak sadar sudah membuat dapur berevolusi menjadi kapal pecah. Alhasil, Regan kena omelan Yaya. "Besok-besok nggak usah masak sarapan lagi!" Yaya masih dalam mode ngomel. Sambil mencuci piring mulutnya terus merocos. Bukan hanya sampah yang bertebar di mana-mana, tapi Regan juga menurunkan seluruh peralatan masak dan membuat cucian piringnya menumpuk di wastafel. "Maaf.." Sementara Regan menciut takut, dia hanya bisa duduk termenung di meja makan. Jangan tanyakan kenapa pria itu diam saja tanpa berniat membantu Yaya. Beberapa menit lalu niat baiknya masih di terima oleh Yaya, mereka mencuci piring bersama, tapi tidak setelah Regan kembali membuat kekacauan, dia mem

