“K-kau apa?”, tanya Aleta terbata. “Paris dan kita. Aku ingat itu, Ale.”, jawab Jonael menajamkan tatapannya. Alete terbelalak sembari memundurkan tubuh. Jonael mengembangkan senyum meski Aleta terlihat ketakutan. “Semuanya?”, tanya Aleta terbata. Jonael nampak berpikir, “Mungkin, awalnya hanya kilatan tempat, tapi kemudian ada kau disana. Tidak semua, hanya memori di Paris.” “Iya, maksudku, semua kejadian di Paris?” “Mana kutahu itu semua atau bukan? Aku hanya mengingat beberapa momen menyenangkan.” Aleta gugup dan menelan saliva berkali-kali sejak tadi. “Ap-apa itu termasuk……???” Jonael mengangkat sebelah alisnya. Dengan satu smirk dia menjawab. “Thirty Four B Astotel?” Aleta kini ambruk ke bawah. Dia terduduk di lantai mendengar kalimat Jonael barusan. Dunianya seperti tergu

