Perlahan Kirana membuka kedua kelopak matanya setelah menyadari belaian nan lembut di kepalanya. Seketika ia mendapati Aldo tengah tersenyum padanya. Semalam ia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah kontrakannya demi menemani Aldo. Entah Aldo atau dirinyalah yang sebenarnya membutuhkan teman malam itu karena Kirana pun sedang risau hatinya setelah mengetahui Galang memberitahukan Aldo rahasia kelam mereka yang selama ini berusaha ia simpan rapat-rapat. “Pagi, Sayang.” Kirana tersenyum lalu memeluk Aldo dengan erat. Ia masih enggan meninggalkan ranjang. Ia belum rela malamnya berakhir. “Sebentar lagi. Aku masih ngantuk,” ujar Kirana. “Tidurlah. Masih ada waktu.” “Aku akan ngajuin resign hari ini.” Aldo tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia kecup puncak kepala Kirana dalam-dalam d

