29. Aku Ingin Menghukummu

1057 Words

Di hadapan mereka, Istana Valoria telah menampakkan wujudnya. Menara-menara batu menjulang anggun, seolah menyentuh langit senja yang perlahan meredup. Langkah kuda putih milik pangeran itu melaju santai; derapnya beradu pelan dengan jalan batu yang mengantar mereka pulang. Angin sore berembus lembut, membawa aroma rumput basah dan udara dingin yang segar. Tatapan Pangeran Alistair tampak berbinar pada gadis di hadapannya itu. Bibirnya mendekat ke telinga gadis itu. “Kita sudah sampai, Arienne.” Arienne sedikit menoleh ke belakang. “Apa kau suka dengan daging sapi panggang yang kita santap tadi?” tanya lirih pria itu. Hembusan napas pria itu terasa di tengkuknya, cukup membuat bulu kuduk Arienne berdiri. “Eh… iya. Aku suka.” “Kau tahu? Aku sebenarnya juga bisa membuatnya.” Gadis itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD