saatnya tiba waktunya kelulusan Yuna,,
pukul 07:00,
alarem membangunkan si pemilik nya,,,,
huaaammm Yuna terduduk sambil menguap,,
jam berapa si ni, di tengok nya jam di samping nya,,
ada rasa bahagia, ada juga rasa sedihh, karna di hari yang sangat penting ini, tidak di hadiri anggota keluarganya,, termasuk Abah nya,,,
nasib nasib,, punya keluarga jadi tukang ngurus pondok,, waktunya hanya untuk santri santri dan santri, andai tuhan boleh untuk memilih aku di lahirkan sama siapa, sudah pasti Yuna akan memilih di lahirkan sama tukang Becak,
cekk,, dodol,,, sambil geplak Kepalanya m sendiri,,
tukang becak mana mungkin bisa ngelahirin bayi,,
berojol lewat mana coba,,
yang ada bini nya yang bisa ngelahirin, Yuna bermelolong sendiri,,,
lalu berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, dan bersiap siap untuk berangkat ke sekolah,,
setelah siap,, Yuna saat ini tampil cantik dan anggun, makup nya yang natural tetep cantik,,
mengenakan kebaya berwarna crem senada sama hijabnya, bawahnya kain batik putih camprur warnah crem, menampilkan ke anggunan seorang,, Ayuna Adelia heirunisah,,,
berputar putar, berlenggok lenggok di depan cermin melihat dirinya di pantulan cermin,,
sempurnaaaa,,,, mendadak jadi iklan rokok dahh jadinya,,
Yuna pun keluar kamar menuju mobil yang bakal di antar om Ali,
assalam mualaikum om,
waalaikum salam Yuna,,
widihhh cantik banget ni ponakan om yang satu ini,, tapi lebih cantik Tante kamu,,, istri om paling cantik, matanya yang melirik sang istri,,
Nurhayati, nama istri ustadz Ali..
Nurhayati pun tersenyum simpul, mas bisa aja, tuh lihat ponakan mu bibirnya udah maju berapa Senti, timpal nur,,
ckk,, ckk,,
nih dua sejoli ini gak liat situasi sama kondisi apa,, udah muji ketinggian langit ketuju, Ahir nya di jatuhin ke dasar jurang paling dalam,,, ihhh nyebelin, timpal Yuna,,
dan langsung nyelonong masuk mobil,,,
Ali dan istri juga anak nya ikut masuk mobil,, menghadiri kelulusan sang ponakan,,,
nyonya Yuna kita berangkat yaa, celoteh Ali,,,
mang supir cepet lah jangan banyak omong, nanti terlambat, timpal Yuna karna dah kesel terhadap paman nya,,
pasangan sejoli pun terkekeh, karna tingkah Yuna kalu ngambek gemesin,,,
Yuna pun tanpa sadar melirik sekeliling mobil, ko kaya kenal ni mobil, kaya gak asing,, gumamnya dalam hati,,,
om ini mobil kaya kenal dehhh,,,
mobil siapa yah,,
hmmm,,, sambil meng ingat ingat,,,,
mobil suamimu Yuna,,
jawab Ali,
Yuna mengerjapkan kelopak matanya,,
pantes ga asing, berapa hari yang lalu aku pernah naik ni mobil,, gumamnya dalam hati,,
dan memilih diam sambil memperhatikan jalanan di samping nya,,,
setiba nya di sekolahan,,
Yuna di sambut sama temen somplak nya,,
Leli,, Riska,, Rosa,,
ketiganya berhambur memeluk Yuna,, bagaikan teletubis,,
Yuna cuma hanya tersenyum,,
masuk yuk,, ajak mereka kepada Yuna,,,
Yuna menoleh ke om nya,,
om Yuna masuk kelas dulu ya om,,
ya Yuna,, om duduk di sana ya,,,
kalu ada apa apa,, cari om di situ,,
Ali pun meraih tangan istrinya untuk duduk di kursi yang di sediakan pihak sekolah untuk para wali murid...
Yuna pun pergi ke kelas,,,
sampai nya di kelas ia duduk di bangku kelas dengan perasaan sedih,, bagai mana tidak sedih, semua teman teman nya di hadiri para orang tua nya,,
Yuna yang asik melamun di kaget kan,, sesosok tangan yang menyentuh bahunya,,,
Yuna kenapa sih muka kamu kusut banget kaya celana dalam yang gak di setrika,, mereka serempak terkekeh atas celotehan Riska,,
Yuna pun menoyor kepala Riska..
sialan Lo,, orang lagi betmood malah di candain ga lucu tau ris..
Riska pun yang dapat toyoran dari Yuna hanya nyengir kuda..
kalu ada masala cerita dong sama kita, Kita kan temenan sudah lama.. tanya Leli, yang mengerti keadaan Yuna...
loh mah enak orang tua loh pada hadir,,, ngadirin anak nya,, wisuda,
lah gue cuma om sama Tante yang Dateng, padahal ini tu penting banget berarti banget dalam hidup gue,, mana gue udah lama ga ketemu bokap, nyokap...
Lo salah Yuna, gue gak suka orang tua gue hadir ke sini,, timpal Riska
kenapa,, bukanya seneng di hadiri orang tua, ini hari kelulusan ris..
loh Yuan kaya ga tau Riska aja,, Riska tu cuma takut kalau orang tuanya tau, nilai Riska peringkat sejumblah muridnya, jawab Rosa...
mereka pun tertawa terbahak bahak...
Yuna pun ikut terkekeh,
ujian juga sukanya yontek... celoteh Yuna,,
mereka pun ahirnya duduk di kursi para murid,,
mereka pun melihat kearah panggung,,,
kelas dua yang sedang berdiri di atas panggung untuk menerima penghargaan...
tiba lah saat nya giliran kelas tiga, semester akhir,,
BAIK UNTUK KELAS TIGA,,
DARI NILAI UJIAN..
TIGA,,,
DUA,,
SATU,,
YANG DI PANGGIL NAMANYA HARAP MAJU KE ATAS PANGGUNG, DAN WALI MURID PUN IKUT SERTA MENERIMA PENGHARGAAN, MURID BERPRESTASI,, kata pak kepala sekolah,,
RENGKING TIGA,,,, ROSITA
mereka pun bertepuk tangan,,
RENGKING DUA,,,, NURLAILI
para wali yang anaknya di panggil pun ikut maju mendampingi anak nya menerima penghargaan..
RENGKING SATU,,,,, pak Hadi si kepala sekolah pun terdiam sesaat, sambil menoleh kiri dan kekanan, kemudian tersenyum..
pak Hadi pun kembali bersuara...
AYUNA ADELIA HAIRUNISAH..
Yuna pun yang merasa namanya di panggil menangis penu haru,,, ada rasa bangga campur sedih,,,
Yuna pun berdiri dan berjalan dengan langkah gontai,,
saat tiba di atas panggung Yuna cuma menundukan kepala nya,
menahan kesedihan...
di tempat lain tepatnya di kursi para wali murid sedang terjadi negosiasi antara dua laki laki,,
yang satu sudah tua,,,
yang satu lagi gagah dan tampan,,
yaitu kiyai abdulah dengan Gus Fadil,, saling tunjuk menunjuk untuk mendampingi Yuna di atas panggung,,
kiyai abdulah menunjuk Gus Fadil untuk mendampingi Yuna,,,
sementara Gus Fadil mempersilahkan kiyai abdulah untuk mendampingi Yuna,
keluarga Yuna semuanya datang tapi tidak semuanya,,,
kiyai abdulah.
ustadz Salman.
umi Fatimah.
Gus Fadil,,
mereka dari selesai ba'da subuh berangkat dari Jakarta ke Indramayu, hanya untuk menghadiri kelulusan Yuna,,,
jangan di tanya Gus Fadil meninggalkan kerjaanya, hanya untuk ikut menghadiri kelulusan istri kecil nya, seluru perusahaan nya, ia percayakan pada sahabat nya, yang jadi sekertaris dan asisten nya,,
umi Fatimah yang melihat ke canggungan antara suami dan menantu pun hanya bisa tersenyum,,
Abah aja yang dampingin Yuna,
kiyai abdulah pun menatap menantunya,,
kamu yang berhak atas yuna bukan Abah,, jawab kiyai abdulah yang merasa gak enak...
Gus Fadil yang sungkan terhadap kiyai abdulah sekaligus mertuanya itu..
gak pa pa bah..
Abah aja yang dampingin Yuna,
pasti Yuna seneng karna Abah datang menghadiri kelulusan nya..
boleh Gus tanyanya,, memastikan..
iya bah boleh sambil mengangguk...
kiyai abdulah yang dapat ijin dari Gus Fadil pun langsung berhambur memeluk sang menantu,,
trimakasih Gus,,
iya bah sama sama,, silahkan bah,,
kiyai abdulah pun melangkah maju kedepan untuk mendampingi sang anak yang ia rindukan beberapa tahun terakhir ini,, karna kesibukan yang jarak menjenguk si bontot..
sesampai nya di atas panggung,
kiyai abdulah meraih tangan Yuna,,
yang sendari tadi kepala nya terus menunduk,,
Yuna pun yang merasa tangan nya di raih oleh tangan yang sudah keriput,,, mendongak dan alangkah terkejut nya, yang di hadapan nya adalah Abah nya,,,
Yuna pun berhambur memeluk Abah nya sambil nangis sesenggukan,,,
abahh,, hiks,, hiks,,,
Yuna kangen Abah,,
Yuna pikir Abah ga Dateng ngadirin kelulusan Yuna,,,
kiyai abdulah pun mencium pincang kepala Yuna,, dan mengusap punggung nya dengan lembut,,,,
Abah bangga sama Yuna,,,
trimakasih Yuna,, Sundah buat Abah bangga sama kamu,,
tangan kiyai abdulah terulur mengusap bulir bening yang ada di bawah mata sang anak...
bersambung,,,
maaf ya jarang up, outur sibuk say,,
tunggu kelanjutannya.. semangat 45.???