acara kelulusan pun berakhir dengan haru,,,
Yuna pun berjalan ke luar gerbang sekolah, sambil bergandengan dengan sang Abah yang sangat ia rindukan, senyumannya selalu mengembang, betapa seneng dan bahagianya saat ini,,
sesaat sudah di luar gerbang, mata Yuna tertuju gerombolan orang yang menunggu nya di samping mobil,,, Meraka tak menyadari ke datangan Yuna serta Abah nya,,,
Bang Salman,,,, Yuna pun berteriak memanggil Abang nya, dan ber lari meng hampiri sang Abang,
meninggalkan Abah nya, yang terkekeh sambil menggeleng, karna tingkah anak bontotnya,,,
Salman pun yang menyadari namanya di panggil menoleh ke arah seorang gadis yang berlari mendekatinya,,,
Salman pun merentangkan tangan dan tersenyum,, menyambut sang adik kecil yang semakin dekat,,
tanpa di sadari oleh Salman,, si gadis itu berlari melewatinya dan berhambur ke umi Fatimah,,,
sial saya kena prenk anak ingusan, grutu Salman,, sambil mengusap d**a dan ber istighfar,
astagfirullah halazim,,,
Yuna pun menyambut tangan umi fatimah, dan mencium punggung tangan itu, dan berhambur memeluk wanita yang sudah ia anggap ibunya sendiri,,
umi Fatimah pun menitikan air mata dalam pelukan sang gadis, yang sudah seperti anaknya sendiri,,
Yuna umi bangga sama kmu nak,, sambil mencium kedua pipi Yuna dengan sayang,,,
Yuna pun menoleh ke arah sang Abang,, yang sudah ia jahili,,
weeeee,,,, Yuna menjulurkan lidah nya, ke arah Abang nya,, bermaksud ngejekin Abang nya,
sambil berjalan mendekati Abang nya dan tersenyum,,,
he, he, he,,
uluhh,, uluhhh,,.
Abang Yuna yang paling ganteng sekandang kambingnya Abah yang di belakang pondok,, sambil meraih tangan Salman, dan mencium tangan Abang nya,,
setelah Yuna mengangkat kepala,,
jetakk,,,
sebuah sentilan tangan Salman mendarat mulus di kening Yuna,,
awwww,,, sakit tau bang,,
main jitak aja ni kening,,, keluhnya dengan raut wajah kesal terhadap Abang nya,,
siapa suru ngerjain orang tua,, timpal Salman..
Yuna cuma bisa nyengir kuda,,,
he, he he,, habisnya Yuna seneng banget ngerjain Abang tu, setamina Yuna langsung full, ibarat batre hape mah pinuh cenah,,
mata Salman melirik ke arah Gus Fadil, yang sedang memperhatikan nya dengan sak adik,,
Yuna sana Salim sama Gus Fadil, tintah Salman ke sang adik,,
Yuna pun menoleh ke arah Gus Fadil,, wajah nya langsung merah merona, mengingat kejadian kala itu,,,
Yuna melangkah mendekati Gus Fadil,,
assalam mualaikum Gus,,
waalaikum salam Yuna,
langsung mengulurkan tangan nya,,
Yuna pun yang menyadari tangan Gus Fadil, ia segerah meraihnya dan mencium punggung tangan sang suami,,
lalu Gus Fadil beralih menyentuh puncak kepala Yuna,,,
mengusap nya dengan lembut,,,
walaupun belum tumbuh rasa cinta terhadap istri kecil nya,,,
Fadil akan terus belajar mencintai dan menyayangi Yuna,,,
karna takdir sudah mengubahnya,,,
biar Allah yang merencanakan,,
ia hanya menjalaninya,, ia serahkan semua takdirnya sama yang mengendalikan takdirnya, yaitu Allah SWT,, sang pencipta langit dan bumi serta isinya..
selamat ya atas kelulusan dan peringkat tertinggi nya, ujar Gus Fadil sambil tersenyum menatap Yuna yang menunduk malu,,,
ayo masuk ke mobil, kita berangkat, biar nyampe Jakarta gak kemaleman, ujar kiyai abdulah,,
Yuna pun menoleh ke arah Abah nya,,
emang langsung ke Jakarta bah,, tanyanya,,
iya Yuna, di pondok juga sibuk persiapan kelulusan para santri Yuna, jawab abahnya,,
tapi baju baju Yuna belum di beresin bahh, Masi di rumah om Ali..
tenang Yuna semua barang barang mu sudah di siapkan sama Tante nur,, timpal Ali..
tuh dua koper di bagasi mobil, semua barang barang mu,, lanjutnya lagi,,,
trimakasih ya Tante ku yang cantik nan baik hati ujarnya, Yuna sambil membungkuk ala ala orang china memberi hormat...
Yuna meraih tangan umi Fatimah dan mendekati kiyai abdulah, dan di raih juga tangan kiyai abdulah, mereka bertiga menuju mobil,,
Yuna persis anak TK yang di gandeng kedua orang tuanya,,,
peria dewasa yang memperhatikan ketiganya hanya bisa tersenyum,, dan menggelengkan kepala melihat perilaku bocil yang menyandang setatus seorang istri,,,
sabar Gus ngadepin tu bocil,,, ujar Salman sambil menepuk pundak Gus Fadil,,
Fadil pun hanya tersenyum menanggapi kakak iparnya,,
Salman duduk di samping kemudi,,
Fadil duduk di kemudi,,
kiyai abdulah, Yuna, umi Fatimah duduk di belakang kemudi,,
seolah olah tidak mau jauh dari keduanya,, ia manfaat kan momen ini, karna Yuna bakal di boyong Gus Fadil ke Jawa timur,,,
Yuna mulai membuka suara,
bah Yuna pengen ngerayain kelulusan Yuna donk,,, pintanya,,
emang Yuna pengen ngerayain apa,, tanya kiyai abdulah,,
pengen bakar Bakaran di halaman belakang rumah, satu keluarga besar Abah berkumpul bakar Bakaran makan bersama,, kayanya seruh bah,, ujarnya,,
emang mau bakar apa Yuna,, Salman menimpali,,
bakar rumah bang Salman, jawab Yuna sekenanya,,
ya jangan dong Yuna,, itu rumah Abang kumpulin dari nol,,, bersyukur punya tempat tinggal Yuna,,, buat keluarga kecil Abang, apa lagi di dalam perut istri Abang ada keponakan mu Yuna,,, jawab Salman sambil memasang wajah memelas ke arah Yuna,,,
haaa,, apa bang,, teh kia lagi hamil, tanyanya kepada sang Abang,,
Salman pun mengangguk,,,,
wahhh,, Yuna bakal punya tiga keponakan donk,,, sahut Yuna dengan girang,,,
terus kamu kapan Yuna buat cucu untuk Abah,, kiyai abdulah menimpali,,,
Deg,,,
jantung dua sepasang sejoli,, itu berdegup kencang,, atas ucapan kiyai abdulahh...
bersambung,,
tunggu kelanjutannya Gayus,,
outur baru belajar, maaf yah kalau ada tulisan atau kata yang kurang di pahami,,,