I’m (Not) A Villain | 21

1600 Words

*** Rafas sudah menunggu kedatangan putri Aura sejak ia kembali dari kediaman putra mahkota setelah menyelamatkannya dari Aston dan kawan-kawannya. Senyum pria berwajah tampan itu merekah ketika Aura berada tak jauh dari tempatnya menunggu. Tergesa setelah berhasil mengendap ke tempat rahasia ini. “Apa yang terjadi?” tanya Aura tanpa basa basi. Ia ingin tahu semua yang telah Rafas lakukan di belakangnya. Bukan apa-apa, Aura hanya tidak ingin Rafas membohonginya dan berakhir mengkhianti kepercayaan yang terlanjur ia tanam untuk pria itu. “Mari duduk di sana dulu, tuan putri,” ajak Rafas sembari menggiring Aura ke tempat duduk yang tersedia sejak lama. Aura menurut. Ia membawa langkahnya untuk duduk di sana tanpa banyak protes. “Kenapa kau tidak memberi tahuku tentang rencanamu? Kau b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD