Alena berlari dari lantai satu ke lantai tiga, Alena cukup kesulitan apalagi Alena mengenakan sepatu tinggi dan dia menggunakan tangga agar sampai di ruangannya lebih cepat. Alena membuka pintu ruangan, sudah ada Devan duduk di sana dengan menampilkan wajah tegasnya dan tatapan dingin, Devan cukup membuat hati Alena menjadi ciut menatapnya balik. Alena berjalan mendekati Devan dengan menunduk takut. Sedangkan Devan hanya menatap Alena dengan datar. "Aku sudah memberimu keringanan sebelumnya karena sudah mengizinkan untuk membawa anakmu kesini, tapi kebaikanku di sepelekan olehmu," ucap Devan. Walaupun Devan mempunyai perasaan pada Alena tapi Devan juga harus memposisikan Alena sebagai bawahannya, agar tidak ada yang curiga dan Alena sendiri tidak curiga padanya. "Sebelumnya saya minta

