"Lepaskan ... aku mohon lepaskan ...." Alena menangis dengan lirih. Alena tidak bisa berteriak, jika dia berteriak akan ada orang yang tau apa yang sedang mereka lakukan saat ini. "Lihatlah betapa indah tubuhmu." Andre menampilkan senyum lebarnya melihat setiap inchi tubuh Alena. Tidak puas jika hanya ditatap, Andre mulai menggerayangi tubuh Alena, tangannya menjelajahi seluruh tubuh Alena tanpa terkecuali satu inchi pun. Merasa sudah cukup untuk menyentuh semua bagian, Andre melahap rakus bibir ranum milik Alena. Andre terus menekan bibirnya seakan tidak mau ada jarak sekecil apapun antara dia dan Alena. "Andre ...," lirih Alena. "Kenapa menangis? Bukankah semua ini salahmu?" Tanpa rasa bersalah Andre mengucapkan itu. "Berhenti ... aku tidak mau ... jangan paksa aku." Alena mencoba

