"Kau sudah sampai? Kau terlihat lelah, apa kau sakit?" ucapnya khawatir. "Aku hanya tidak enak badan sedikit." Alena menampilkan senyum simpul penuh paksaan. "Kau tidak bisa dihubungi seharian, apa tadi malam terjadi sesuatu? Kau tiba-tiba mematikan teleponnya." Arga berpura-pura tidak mendengar kejadian semalam dan dia hanya basa-basi. "A-aku tidur dan po-ponselnya tidak sengaja tersenggol waktu aku tidur," jawab Alena gelagapan dengan semua pertanyaan Arga. Dengan polosnya Alena berpikir kalau Arga memang tidak tau apa yang terjadi tadi malam, padahal Arga hanya berpura-pura tidak tahu untuk menjaga perasaan Alena. "Masuklah, aku sudah siapkan cemilan." Akhirnya Arga mempersilahkan Alena masuk ke apartemennya. Alena membantu Arga mengerjakan tugasnya dengan sabar, terkadang Alena s

