00. Are You Ready My Story?
Katakanlah saja Xuan adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Ia mungkin saja tidak akan merasa bersalah saat memotong sepuluh kepala orang manusia dengan pisau daging milik Bibi Wuan yang bekerja di tempat pemotongan daging hewan. Mungkin saja Xuan beranggapan bahwa kepala-kepala manusia itu tidak jauh berbeda dengan kepala seekor sapi yang akan dimasak untuk dijadikan semangkuk sup panas.
Kejam? Oh tentu saja tidak tapi hal seperti itu tentu saja hanya berlaku untuk Xuan yang isi kepalanya sudah tidak waras.Tentu saja orang normal akan berpikiran bahwa hal-hal sekejam itu tentulah tidak berperikemanusiaan. Bagaimana mungkin kau bisa menyandingkan kepala hewan dengan kepala manusia coba?
Dengan memiliki pemikiran yang sangat kejam seperti itu mungkin saja kau akan dianggap kurang lebih sebagai iblis pembunuh atau seseorang yang memiliki gangguan jiwa yang sangat parah.
Orang-orang normal tentunya masih memiliki kebaikan hati meski pun jumlah presentasenya sangat kecil (kau harus sadar bahwa di zaman modern seperti ini kebaikan hati merupakan hal yang sangat langka di tengah gaya hidup yang lebih mementingkan diri sendiri).
Xuan sendiri tidak punya empati, belas kasih, atau pun rasa-rasa kemanusiaan lainnya. Baginya memiliki perasaan seperti itu hanya membuatnya menjadi bodoh. Karena pada dasarnya Xuan berpandangan bahwa manusia itu sejak awal ditakdirkan hanya untuk saling menjatuhkan satu sama lain jadi tentu saja apa gunanya memiliki sikap welas asih di tengah persaingan kotor seperti ini? Terlalu dungu dan t***l jika memikirkannya dengan isi kepala yang sangat rasional. Terkecuali jika kau melakukannya hanya untuk berpura-pura bersikap manipulatif agar kau mendapatkan keuntungan yang besar.
Ya Xuan tahu semua itu. Dunia itu pada dasarnya hanya bekerja dengan cara yang sangat kotor. Dan untuk bertahan di dunia yang sangat kotor ini tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Tapi bagaimana dengan cinta? Bukankah dia adalah segala sesuatu yang bisa dianggap murah meriah alias gratis karena cinta hanya bisa didapatkan dengan saling berbalas kasih. Aaaaah... jangan membual teman. Percayalah pada pemahaman Xuan bahwa sebenarnya cinta itu tidak lebih dari sekedar nafsu atau pun hasrat untuk mendapatkan sesuatu kepuasan batin berupa s*x atau pun yang lainnya.
Katakanlah saja contohnya adalah sebagai berikut. Ada seorang wanita memiliki paras yang sangat cantik namun sayangnya ia terlahir dengan kondisi ekonomi yang cukup menyedihkan. Tentu saja akan sangat sulit baginya untuk menyambung hidup jika hanya memanfaatkan kecantikan wajahnya saja. Jadi mau bagaimana pun juga wanita itu berpikir ia harus mendapatkan cinta seorang pria mapan yang mampu menyokong kehidupannya. Tidak masalah meski pun dijadikan sebagai yang kedua, ketiga, atau bahkan yang kesepuluh. Asalkan mendapatkan sokongan hidup maka cara apa pun juga akan menjadi halal di hidupnya. Dengan berpura-pura menjadi seorang jalang maka hidp wanita itu akan terjamin sepenuhnya.
Kotor dan kotor. Xuan sebenarnya sudah muak dengan semua ini. Karena itulah Xuan juga membutuhkan suatu hiburan yang juga sama kotornya dengan dunia ini.
How about the idea of killing someone, isnt that good idea?
Kalau dipikir-pikir membunuh juga bukanlah ide yang buruk. Kau akan merasakan sensasi yang begitu mendebarkan sekaligus medapatkan kepuasan batin saat melihat korbanmu menjerit ketakutan atau pun kesakitan hanya karena ulah kecilmu pada mereka. Tertawa di atas penderitaan orang lain bisa menjadi kesenangan tersendiri yang begitu luar biasa.
Karena kesenangan itulah Xuan sudah mulai melakukan kegiatan pembunuhannya secara diam-diam sejak usianya masih lima belas tahun. What the hell! Semuda itu sudah melakukan pembunuhan? Astaga pasti mentalnya sudah benar-benar rusak saat ia masih sangat kecil. Tapi masa bodohlah bagaimana pun juga saat kau menemukan suatu kesenangan yang hampir membuatmu menjadi gila maka kau akan menjadi tidak peduli pada apa pun lagi selain hanya untuk kesenangan pribadimu tersebut.
Namun apakah kesenangan kotor Xuan pernah terendus sekali saja oleh polisi? Sayangnya jawabannya tidak sama sekali. Xuan itu sangat cerdas, ia licik dan sangat begitu licin bagaikan seekor belut berparas ular. Tidak akan mudah untuk menangkapnya terkecuali akan ada seseorang yang berhasil menemukan titik kelemahannya.
Dan apakah akan ada orang yang berhasil menemukan kelemahannya itu?
Jawabannya ada... dan orang yang berhasil menemukan kelemahan Xuan adalah seorang gadis biasa yang mampu melumpuhkan Xuan tanpa perlu menggunakan senjata untuk melawannya. Gadis itu menggunakan kasih sayang, rasa peduli dan mungkin... cinta? Hanya untuk melawan seorang Xuan.
Bahkan untuk ukuran hal konyol seperti itu yang sangatlah tidak rasional mampu melumpuhkan kekejaman hati dari seorang iblis berdarah dingin seperti Xuan yang mendapatkan label cap sebagai seorang psikopat gila yang paling ditakuti oleh orang-orang normal yang berada di masyarakat.