12

1324 Words
"mama mau bikin apa?" tanya Aydin yang baru datang ke teras belakang rumah dengan menggandeng tangan Kenzo. "mau bikin tumpeng buat acara tasyakuran kak Deva sama kak Aslan" jawab Selena sambil membakar ayam yang sudah dia ukep bumbu rujak semalam. "enak mama bau na" ucap Kenzo mendekati Selena yang juga duduk bersama ART yang lainnya. "dedek mau?" tanya Selena yang di angguki oleh Kenzo. "yang ini pedes, mama buatin yang di dalem ya" ucap Selena yang di jawab gelengan kepala oleh Kenzo. "ndak mau...mau ini mama" ucap Kenzo. "Tina, yang udah dingin mana?" tanya Selena kepada ART barunya. "ini buk" ucap Tina memberikan d**a ayam kepada Selena. "yang kecil aja, jangan yang besar. Yang besar buat di tumpeng sama di bagiin ke tetangga" ucap Selena yang langsung di turuti oleh Tina. "kak Aydin mau yang ini atau di dalam?" tanya Selena membuat Aydin bingung, apa bedanya? "apa bedanya mama?" tanya Aydin. "yang ini pedes, yang di dalem nggak." jawab Selena. "cobain ini dulu deh, kalo nggak mau mama bakarin yang di dalem" ucap Selena memberikan ayam kepada Aydin dan Kenzo. "ndak mau mama...edess" ucap Kenzo dengan raut wajah kepedasan dan pipi memerah memberikan kembali piring berisi ayam kepada Selena. "kan udah mama bilang" ucap Selena memberikan air putih kepada Kenzo. "kakak suka yang ini?" tanya Selena menatap Aydin. "suka mama, pedes dikit tapi enak" jawab Aydin sambil terus memakan paha ayam yang dia pegang. "mau lagi?" tanya Selena yang diangguki oleh Aydin. "pake nasi mama" ucap Aydin yang mencerminkan anak Indonesia sekali, makan tanpa nasi itu bukan makan tapi ngemil "yaudah ambil nasi dulu di dalem, nanti kesini lagi ambil ayam" perintah Selena yang diangguki oleh Aydin. "tenzo mamaa" rengek Kenzo. "dedek mau sekarang?" tanya Selena yang diangguki oleh Kenzo. "saya kedalem dulu ya, tolong dilanjutin" ucap Selena sambil mengambil paha atas ayam yang luumayan besar ntuk Aydin. "ayo sayang" ajak Selena menggandeng tangan Kenzo untuk diajaknya masuk kedalam rumah. "kak, ayamnya mama taro meja makan" ucap Selena ketika berpapasan dengan Aydin di dapur. "iya mama" jawab Aydin sambil menutup magic com. "dedek temenin kakak makan, mama mau masak ya?!" ucap Selena menundukkan kepalanya menatap Kenzo. "heum" anguk Kenzo langsung berjalan membuntuti Aydin lalu berusaha naik ke baby feeding chair nya di bantu oleh Aydin. "dedek mau?" tanya Aydin yang sedang menyuir ayam bakarnya. "ndak, edes" jawab Kenzo sambil menggelengkan kepalanya. Beberapa saat kemudian akhirnya Selena datang dengan membawa divided plate milik Kenzo lalu menaruhnya di meja Feeding chair nya. "dedek makan sendiri ya, mama mau keatas liat kak Kanzie" ucap Selena yang diangguki oleh Kenzo sambil menyomot nasi nya. "kak, mama minta tolong buat bantuin jaga dedek ya" minta Selena yang diangguki oleh Aydin. "makasih sayangnya mama" ucap Selena mengelus rambut Aydin dan setelah itu pergi menuju kamar Kanzie yang berada di lantai dua. "mama, mau kemana?" tanya Deva yang berpapasan dengan Selena di ujung tangga. "ke kamar kak Kanzie, kak Deva kalo mau makan tinggal ambil ya sayang. Di dapur ada ayam bakar madu kalo pengen yang pedes minta ke budhe ada ayam bakar pake bumbu rujak, enak banget" ucap Selena yang diangguki oleh Deva. "es dawet nya masih ada nggak ma?" tanya Deva. "di kulkas ada, tadi mama sisain buat kamu sama Aslan. Kalo masih kurang beli lagi aja pake hp mama, kemaren papa baru isiin go-pay" ucap Selena yang diangguki oleh Deva. "kalo kebawah sekalian jagain dedeknya" ucap Selena yang lagi-lagi hanya dibalas anggukan kepala oleh Deva. "kamu sariawan?" tanya Selena penasaran memegang pipi Deva. "habis ke gigit tadi, sakit" ucap Deva yang diangguki oleh Selena. "kalo nanti masih sakit bilang ke mama ya" ucap Selena yang diangguki oleh Deva. "mama keatas dulu, jangan lupa pesen mama. Jagain dedek" ucap Selena yang daingguki oleh Deva dan setelah itu Selena melanjutkan perjalanannya menuju kemar Kanzie. "kakak" panggil Selena membuka pelan pintu kamar Kanzie. "disini ternyata nih anak" ucap Selena ketika melihat Aslan yang tidur sambil memeluk lengan Kanzie. Dengan hati-hati Selena mengelus kepala Aslan lalu ganti mengelus kepala Kanzie sambil mengecek suhunya apakah sudah turun atau tidak, karena semalam suhu badannya naik menjadi 39 derajat dan semalaman juga Selena bolak-balik untuk mengecek suhu badan Kanzie sambil memasak untuk persiapan tasyakuran jadi nanti tinggal goreng saja. "mama" panggil Kanzie dengan suara seraknya yang tersadar dengan elusan tangan Selena. "tidur lagi kak, mama cuman ngecek suhu aja" ucap Selena menatap Kanzie dengan senyuman hangatnya. "mama disini aja, jangan pergi" ucap Kanzie manja dengan mata yang tertutup. "mama temenin sampe kakak tidur" ucap Selena duduk di sebelah Kanzie lalu mengelus kepalanya halus. "cepet sembuh ya sayang" bisik Selena mencium Kanzie yang mulai tertidur lagi. *** "sayang" panggil Xavier yang baru pulang dari kantor dan langsung menemui Selena yang masih berkutat di dapur menyusun tumpeng. "eh udah pulang, kok nggak denger suara mobilnya?" ucap Selena menatap Xavier lalu menyerahkan piring berisi perkedel kepada salah satu asistennya. "kamunya yang terlalu fokus jadi nggak denger" ucap Xavier sambil mengambil air minum di dispenser. "ya maaf" ucap Selena menghampiri Xavier lalu mencium punggung tangannya. "tolong di lanjutin ya, saya tinggal sebentar" pamit Selena lalu berjalan menggandeng Xavier menuju ruang tengah. "udah makan belom?" tanya Selena yang sudah duduk di sebelah Xavier. "udah tadi sekalian meeting, kamu udah makan?" tanya Xavier balik yang dijawab anggukan kepala oleh Selena. "aku nanti nggak ikut kesana gimana? Kanzie masih sakit" ucap Selena menanyakan pendapat kepada Xavier tentang hal yang dia pikirkan. "aku sih okay-okay aja, tapi... kamu yakin? Kanzie masih ada orang-orang yang jagain di rumah, kalo kurang aku bisa panggil dokter suruh jaga. Tapi kalo kamu ninggalin acara ini, Deva sama Aslan gimana? Kan rencananya ini acara buat mereka. Terus Aydin sama Kanzo? Mereka berdua pasti nggak bakalan mau ikut kalo kamu nggak ada." ucap Xavier membuat Selena terdiam. "nanti kalo kamu emang takut ninggalin Kanzie, kamu bisa pulang duluan" lanjut Xavier. "iya juga, aku nggak mikir sampe ke situ" ucap Selena. Xavier yang mendengar hanya tersenyum sambil mengelus rambut Selena. "nanti aku bilang ke Kanzie deh" ucap Selena yang diangguki oleh Xavier. "temenin aku istirahat bentar yuk, capek banget hari ini" minta Xavier yang diangguki oleh Selena. *** "mama" panggil Kanzie yang sudah siap dengan baju koko nya. "loh kak, mau kemana? Lagi sakit loh" ucap Selena kaget. "ikut mama, Kanzie udah agak mendingan kok" ucap Kanzie duduk di atas ranjang Selena. "biarin aja sayang, nanti kakak di sana langsung duduk aja nggak usah ngapa-ngapain" ucap Xavier sambil menata rambut Kenzo. "tenzi...tenzi..." oceh Kenzo merangkak menjauh dari Xavier menuju kearah Kenzie. "bentar dedek, rambutnya papa kuncir dulu" ucap Xavier menarik kaki Kenzo agar kembali ke arahnya. "no papa... Tenzo mau Tenzi" kesal Kenzo sudah bersiap untuk kabur lagi, dengan cepat Xavier menarik kakinya lagi lalu mengangkat Kenzo agar duduk di pangkuannya. "papa loooo..." kesal Kenzo sambil melipat kedua tangannya di depan d**a. "sebentar aja dek" ucap Xavier lalu menguncir rambut Kenzo menjadi dua. "papa ngebet punya anak cewek kayaknya" ucap Kanzie yang diangguki oleh Selena. "emang, Aydin juga minta adek cewek" ucap Selena. "yaudah gih ma hamil lagi" suruh Kanzie seperti menyuruh Selena untuk masak saja. "nanti aja tunggu Kenzo agak besaran lagi" ucap Selena. "gimana? Mama cantik nggak?" tanya Selena berdiri di hadapan Kanzie memakai gamis lengkap dengan kerudungnya. "cantik ma" ucap Kanzie menatap Selena. "cantik banget istriku" puji Xavier yang masih memangku Kenzo. "sip, ayok berangkat" ucap Selena senang lalu mengambil sling bag nya yang berwarna putih. "stroller nya dedek nggak di bawa ma?" tanya Kanzie menatap stroller yang berada di pojokan. "nggak usah lah, percuma juga dedek nggak pernah mau pake lebih suka gendong sama jalan" ucap Selena yang diangguki oleh Kanzie. "ayo ayo ayo... nanti bujang mama yang lain ngomel kalo kelamaan" ucap Selena membuat Xavier dan Kanzie saling tatap menatap. Bukannya mereka di kamar karena menunggu Selena yang belum siap?! "lama kalian, mama duluan deh yang turun" oceh Selena lagi lalu keluar lebih dulu dari kamar meninggalkan tiga laki-laki yang berbeda generasi tersebut. "sabar kak, mama cewek sendiri" ucap Xavier menepuk bahu Kanzie pelan. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD