"kak Deva kak Aslan..."
"kak Aslan ganteng banget"
"kak Deva ganteng juga tapi katanya diantara mereka ber-dua lebih ganteng kak Kanzie"
"kalian salah...lebih hot bapaknya lah cuy"
"yee...om-om itumah cok"
"nggak papa gue rela jadi baby sugar nya"
"lo nya mau, om nya nggak sudi badan tepos sok-sok an"
"dahlah sama adeknya aja gue"
"adeknya yang terakhir lucu, gue ada fotonya waktu di mall ketemu mereka ber-lima skaligus cuy...ada tante Selena juga"
"weehhh...mau liat gue, kenapa nggak lu taro gc sih"
"yee..privacy g****k lu ahhh...siape tau gue calon istrinya mas Kanzie"
"mamaa" sapa Aslan yang masuk setelah mengetuk pintu ruangan di ikuti Deva.
"sayang, sini kak" sapa Selena menghentikan obrolannya dengan kepala sekolah yang baru saja turun menemui Selena.
"mama tumben kesini? Ada apa mah?" tanya Deva mencium tangan Selena di ikuti oleh Aslan yang duduk di sebelah Selena.
"mama mau jemput kak Deva, nanti ceritanya di rumah aja ya sayang" ucap Selena memegang pipi Aslan.
"kakak langsung pulang atau nanti balik kesini lagi mah?" tanya Deva.
"langsung pulang aja kak, soalnya lama kayaknya" ucap Selena yang diangguki oleh Deva.
"kakak ambil tas aja dulu, mama tunggu di sini" perintah Selena yang diangguki oleh Deva.
"mah mah... mau liat ruangan osis yang baru nggak? Minggu kemaren baru jadi" ucap Aslan menggoyang lengan Selena membuat Selena tersenyum.
"iya sayang, nanti ya. Pak kepala sekolah tadi juga udah cerita ke mama" ucap Selena.
"sekarang aja ma, keburu kak Deva dateng." rengek Aslan membuat Selena tidak enak hati dengan kepala sekolah yang duduk di depannya. Beginilah tingkah Aslan kalau di hadapan orang tidak dia sukai, semua orang yang ada di sekitarnya tidak boleh dekat-dekat dengan orang yang tidak dia sukai.
"maaf ya pak, Aslan memang begini kalau sama mama papa nya" ucap Selena tidak enak hati.
"tidakpapa buk, namanya juga anak-anak kalau di depan orangtua pasti begitu. Di turuti saja buk" jawab bapak kepala sekolah tersebut dengan tersenyum menatap Selena.
" ayo mah" ajak Aslan.
"kalau begitu saya permisi mau liat-liat ya pak" izin Selena yang diangguki oleh Bapak kepala sekolah tersebut, lalu pergi dari ruangan untuk mengikuti Aslan.
"dasar, nggak anak nggak bapak sama aja" gerutu Selena yang berjalan di belakang Aslan.
"kak, kok jalan di depan mama?" tanya Selena membuat Aslan menggarukkan kepalanya. Dia lupa kalau di keluarganya menganut prinsip ladies first.
"maaf mamaku, Aslan lupa" ucap Aslan berbalik lalu berdiri sebelah Selena untuk menggandeng tangannya.
"gitu dong anak ganteng" ucap Selena lalu mulai berjalan dengan Aslan yang menggandeng tangannya di sepanjang perjalanan.
"telfon kak Deva, nanti nyari kita" minta Selena yang diangguki oleh Aslan.
"wa aja males telfon"
"terserah kamu ae" saut Selena.
"tanteee" panggil seorang perempuan cantik dengan rambut coklat berlari kearah Selena dan Aslan.
"hai killa...gimana kabarnya cantik?" tanya Selena tersenyum menatap teman sekelas Aslan yang juga salah satu anak dari kolega Xavier jadi beberapa kali mereka bertemu entah itu di rumahnya atau makan malam di luar.
"baik tante, tante gimana kabarnya?" tanya Killa dengan senyuman manisnya langsung merangkul lengan Selena.
"tante baik kok, main ke rumah dong kapan-kapan" ucap Selena yang diangguki oleh Killa.
"nggak nggak ada, enak aja main kerumah bisa ancur nanti rumahnya" saut Aslan menoyor dahi Killa pelan.
"nah kan tante... Aslan tuh gitu tante kadang Killa di jambak,di toyor, di gigit, di cubit. Tengil banget" adu Killa membuat Selena langsung memukul lengan Aslan.
"sakit mama" adu Aslan.
"siapa yang suruh kasarin cewek?" omel Selena.
"dia duluan mama, masa tiba-tiba ngasih kecoak di tas Aslan? Kadang makan bekal Aslan, mana di habisin lagi" bela Aslan.
"dihh...kecoaknya nggak beneran kok tante, cuman mainan itu" bantah Killa.
"dahlah kalian sama-sama bandel emang"ucap Selena lalu mendorong Killa dan Aslan untuk berdiri di depannya. "berantem aja, tak tunggu sampe selesai" ucap Selena.
"eh enggak ma, kita udah rukun kok" ucap Aslan sambil kembali ke sisi Selena.
"iya tante kita udah baikan kok, Killa pamit ya tante bentar lagi mau bell" pamit Killa yang diangguki oleh Selena.
"kapan-kapan main ke rumah ya" ucap Selena yang daingguki oleh Killa.
"sana bocil" ucap Aslan sambil menarik rambut Killa kebelakang membuat Killa kesal lalu menginjak kaki Aslan dan setelah itu pergi menuju kelasnya.
"kamu suka Killa ya kak?" tebak Selena yang dijawab gelengan kepala oleh Aslan.
"ngaku aja, normal kok." ucap Selena.
"nggak mama, Aslan mau nyari cewek kayak mama" ucap Aslan merangkul sambil Selena yang lebih pendek darinya.
"dih...kamu masuk kelas sana" usir Selena.
"yahh mama...bentar lagi matematika ma, ajak Aslan pulang juga dong" rengek Aslan dengan tidak menghiraukan tatapan mata gemas dari siswi-siswi yang sedang menatap interaksi antara dia dan Selena.
"nggak sekarang ya sayang, mama mau ajak Deva ketemu ayahnya." ucap Selena membuat Aslan membulatkan matanya.
"ngapain ma? Mama kan tau Deva nggak suka ketemu orangtuanya" ucap Aslan.
"mama tau sayang, tapi ada beberapa berkas yang butuh tanda tangan dari beliau" ucap Selena.
"yaudah deh kalo gitu Aslan mau masuk kelas aja" ucap Aslan dengan lesu lalu memeluk Selena erat sebelum pergi meninggalkan mamanya itu untuk pergi menuju kelas.
"loh mama kok disini? Katanya mau keliling sama Aslan dulu?" tanya Deva bingung menatap Selena yang masih di area lantai dua padahal ruang Osis ada di lantai satu.
"keburu bel nanti, udah kapan-kapan aja" ucap Selena menggandeng lengan Deva.
"terus kita mau kemana ini ma?" tanya Deva berjalan menuruni tangga dengan Selena.
"di mobil mama kasih tau" ucap Selena yang diangguki oleh Deva.
****
"berangkat Ton" ucap Selena yang daingguki oleh Toni.
"mau kemana sih ma?" tanya Deva penasaran menatap Selena lalu menaruh tas ranselnya ke kursi belakang.
"kamu udah tau kan kalau mama papa mau urus surat adopsi kamu?" tanya Selena yang daingguki oleh Deva.
"jadi persyaratannya itu harus ada surat izin penyerahan anak dari orangtua kandung atau wali kak. Nah, nenek kan udah nggak ada dan kita lupa waktu itu belum minta jadi sekarang mama,papa,om Restu sekertaris papa sama pak Lauren pengacara pribadi papa mau ketemu ayah kandung kakak..." ucap Selena memberitahu Deva sambil memegang tangannya.
"..jadi mama kepikiran buat bawa kakak juga sekaligus silaturrahmi minta izin gitu kak sama ayah, seenggaknya buat terakhir kali sebelum status kakak bener-bener pindah" ucap Selena halus, dia tau bertemu orangtua kandung yang bahkan baru Deva ketahui beberapa tahun keberadaannya sangatlah berat untuk Deva. Tapi, mau bagaimana lagi mereka masih orangtua Deva suka tidak suka Deva harus menghargai mereka.
"mama udah ambil keputusan kan? Mana bisa Deva nolak" ucap Deva menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.
"maaf ya sayang, kali ini aja kok. Lain kali mama janji izin dulu ke kakak" ucap Selena yang diangguki oleh Deva.
"ini makan dulu, tadi mama nggak sempet masak jadi beli drive thru" ucap Selena memberikan paper bag bergambar wajah laki-laki tua kepada Deva.
"kakak lebih suka yang d**a jadi mama beliin yang bagian d**a sama ada chicken wings nya juga, tadi pagi mama denger kakak batuk jadi minumannya mama ganti air mineral." jelas Selena yang diangguki oleh Deva.
"suapin dong ma, Deva habis main basket belom cuci tangan jadi masih kotor" minta Deva dengan cengirannya.
"bilang aja males makan sendiri kepengen di suapin" ucap Selena lalu mengambil tisu basah dari tasnya untuk me-lap tangannya lalu memakai hand sanitizer sebelum menyuapi Deva.
"kulitnya mau dimakan akhir atau sekarang?" tanya Selena
"akhir ma, biar kerasa enaknya" jawab Deva dengan senyumannya.
"mirip mama banget sih kamu. Minum air dulu kak biar nggak seret" ucap Selena yang diangguki oleh Deva.
"dulu mama sering nyuapin kalian soalnya takut nanti kalo udah pada besar nggak mau di suapin lagi. Eh, ternyata sampe gede selalu minta di suapin."ucap Selena sambil menyuapi Deva dengan tangannya.
"kan papa masih disuapin mama" ucap Deva dengan makanan yang ada di dalam mulutnya.
"ya kan papa suami mama, kamu kalo punya cewe juga nanti pasti minta di suapin cewek kamu" ucap Selena.
"ya kan nanti ma, sekarang sama mama dulu" jawab Deva lalu menerima suapan dari Selena.
"emang kakak udah ada pacar?" tanya Selena yang dijawab gelengan kepala oleh Deva.
"mau mama jodohin nggak?" tanya Selena dengan tatapan jailnya.
"nggak mau ihh..." tolak deva dengan gelengan kepala membuat Selena tertawa.
Bersambung...