Jebakan

1164 Words

Keesokan paginya, aku bangun lebih awal. Agar bisa memasak untuk sarapan dulu. Aku belum menengok Ayu sama sekali setelah melayangkan gugatan cerai padanya. Aku membuat sarapan yang sederhana, nasi goreng dengan omelette dadar. Aku membuat dua porsi, satunya untuk Ayu tentunya. Karena lengannya masih cedera, jadi dia belum bisa melakukan aktivitas biasa. "Mas, masak apa?" sapa Ayu mendekat ke dapur. "Nasi goreng aja ya biar cepet. Takut aku kesiangan terjebak macet. Gimana tanganmu?" ucapku tanpa menoleh ke arahnya asyik menggerakkan spatula. Ayu meneguk air dari kulkas, lalu meletakkannya kembali. Ia tersenyum manis. "Sudah lebih baik Mas. Terima kasih banyak ya," ucapnya lembut. Memuakkan! Sabar, sebentar lagi. Aku telah selesai menghidangkan sarapan di meja makan. Dua porsi nasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD