Bab 47 : Memberi kesempatan

1143 Words

Elle hanya bisa menangis di dalam mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. Air matanya berderai, menodai pipinya yang pucat. Kecemasan dan penyesalan bercampur dalam hati yang terluka. Fabiano baru saja memarahinya, dan kata-kata kasarnya masih terngiang di telinganya. "Elle, aku nggak habis pikir sama kamu!" ujar Fabiano tadi, suaranya meninggi. "Kamu malah suka sama Ludovic, saudara tirimu sendiri? Dan sekarang dekat dengan Massimo, pria yang seumuran denganku?" Elle menghela napas, berusaha menenangkan diri. Dia mengambil ponselnya, mengetik pesan untuk Ludovic. Mungkin Ludovic bisa mengerti, mungkin dia bisa memberikan nasihat yang dibutuhkan. Tapi sebelum dia bisa mengirim pesan itu, ponselnya berdering. Nama Massimo muncul di layar. Elle mengangkatnya dengan ragu. "Hallo, Massim

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD