6 bulan kemudian. Ludovic duduk dengan percaya diri di kursi kerjanya yang baru, menatap jendela kantor yang menghadap ke kota yang sibuk beraktivitas. Cahaya matahari pagi menyinari ruang kerjanya yang luas di lantai atas gedung Moreno corp. Dia menghela napas, menyadari betapa cepat waktu berlalu. "Tak terasa, beberapa bulan lalu aku masih bergelut dengan laporan dan presentasi," gumam Ludovic pada dirinya sendiri. Tiba-tiba, pintu kantornya terbuka dan Marco, sahabat sekaligus rekan kerjanya, masuk dengan semangat. "Hey, Ludovic! Bagaimana rasanya duduk di singgasana baru?" tanya Marco sambil tersenyum lebar. Ludovic tersenyum balik. "Ah, masih terasa surreal, Marco. Tapi, aku siap menghadapi tantangan baru ini." Marco mendekat dan duduk di depan meja Ludovic. "Kamu pasti bisa. Ka

