Bab 27

1144 Words

Airi merasakan perubahan itu. Aiden tak pernah lagi memanggilnya keruangan pria itu sejak dia kembali dari Palembang beberapa hari yang lalu. Aiden seolah menjauhinya seperti saat mereka SMU dulu. Seharusnya dia merasa lega, karena tidak lagi dipusingkan dengan tingkah yang terkadang aneh pria itu lagi. Tapi entah kenapa hatinya yang terdalam menjerit. Kalau boleh dia jujur, dia sangat merindukan Aiden. Mungkin mulutnya bisa berbohong, tapi hatinya tidak. Meskipun sudah berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Aiden, namun tetap tak bisa. Airi memencet pangkal hidungnya, perempuan itu menggeleng pelan. Dia harus yakin, dia pasti bisa melupakan Aiden. Kalau pria itu bisa menjauhinya, kenapa dia tidak. Dia memang tidak mengharapkan Aiden bersikap biasa, karena dia juga tak mungkin bisa bers

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD