Bukan hanya tuan Mandala Hutama yang ikut dengan putranya ke Bogor, tapi juga nyonya Arini Hutama, Mami Aiden. Perempuan itu memaksa ikut, dia juga ingin membuktikan kebenaran kata-kata yang diucapkan Aiden saat mereka sarapan tadi. Airi yang melihat ketiga orang itu memasuki kamar Jay terkejut. Mereka bersama dengan dokter yang ditaksir Airi sebagai ketua tim dokter yang menangani putranya. "Bunda..." Jay pun terkejut melihat mereka. Ketakutan menghampirinya. Jay mengira orang-orang itu yang menabraknya. Remaja itu menarik tangan Airi agar semakin dekat dengan ranjangnya. "Nggak pa-pa, sayang." Airi mengusap lengan putranya menenangkan. "Mereka orang baik. Ada dokter juga kan." Telunjuk Airi menunjuk dokter bernama Reyhan, dari name tag di dadanya Airi mengetahui nama dokter itu.

