Saat ini dunia Airi rasanya runtuh. Kebahagiaan yang baru dirasakannya terbang. Di sana, di ambang pintu, berdiri suaminya yang sedang menggendong putri kedua mereka. Airi menggigit bibir, sekuat tenaga menahan air mata yang akan kembali tumpah. "Bunda?" Suara khas anak kecil Maura memecah keheningan di kamar itu. "Bunda!" Maura turun dari gendongan ayahnya, berlari memeluk Airi yang sudah menangis di sana. "Bunda, Maura kangen banget!" Maura memeluk pinggang Airi erat. Membenamkan wajah mungilnya di perut rata sang ibu. Air mata Airi semakin deras. Perempuan itu berjongkok, membalas memeluk tubuh mungil itu. Menciumi wajah cantik putri kecil yang sehari semalam tak berjumpa dengannya. "Bunda juga kangen banget sama Maura." Airi kembali menciumi wajah mungil putrinya. Membawa gad

