Bab 29

1294 Words

Intan mengerutkan kening. Airi menariknya ke tempat parkir, di mana mobilnya berada. "Anterin aku balik ke kantor, Tan. Please!" Meski bingung dan heran, Intan tetap mengangguk. Dia yakin Airi tahu apa yang dilakukannya. Sahabatnya tidak akan meninggalkan putranya yang sedang kritis tanpa alasan. "Bisa lebih cepat nggak, Tan?" Tanpa menjawab Intan menambah kecepatan mobilnya. Matanya menatap jalan raya dan Airi melalui spion bergantian. Bibir pucat Airi tampak bergetar, beberapa kali bibir itu dilihatnya berkata tapi tak ada suara yang terucap. Airi sepertinya bermonolog sendiri, mungkin menguatkan dan meyakinkan dirinya kalau putranya pasti akan bertahan. Intan menggenggam tangan Airi melihat air mata yang menuruni pipi sahabatnya itu. "Jay itu kuat, Ai. Sama kayak kamu." Airi menc

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD