47. Koin Seribu

1156 Words

Judith menyusuri koridor rumah sakit seorang diri. Tidak ditemani oleh Cata karena lelaki itu harus menjaga Ocel. Setelah melewati beberapa kamar, Judith berhenti tepat di depan pintu yang sudah pernah ia datangi beberapa kali. Rasanya aneh mendatangi Rion bila Judith kembali mengingat berita pagi tadi. Sedikit ragu, Judith mendorong pintu ruangan tersebut ke kiri dan sukses menerima tatapan dari beberapa pasang mata. Rion, Araz, dan Aksa. "Kak Judith!" seru Aksa semangat seakan-akan tengah mewakili Araz yang kini memang tidak sanggup untuk sekedar bersuara. "Halo, Aksa! Halo, Araz!" Judith tersenyum, mulai berjalan mendekati si kembar, sedang Rion masih menatap kedatangannya dengan raut tidak percaya. Padahal tadi pagi, Judith berkata ia tidak bisa. Dan sekarang Judith muncul seperti t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD