37. Penepatan Janji

1739 Words

Judith menyusuri koridor rumah sakit dengan tangan tersimpan dalam saku seragam pasien yang sedang ia kenakan. Rambutnya ia ikat menjadi satu ke belakang, dan sukses bergerak kiri kanan sebab langkah yang Judith buat. Ia baru saja selesai dari kantin rumah sakit. Awalnya hendak kembali menuju kamar setelah sebelumnya berpikir, akan lebih baik jika keluar dan menghirup sedikit udara sore. Judith menghela napas, merasa dirinya sudah lebih baik dibanding pagi tadi. Selagi sang mama dan papanya tengah pergi membeli sesuatu yang Judith inginkan, pertanda bahwa Judith dapat keluar dengan leluasa. Anak perempuan itu menyisir pemandangan sekitar setelah keluar dari gedung rumah sakit, menatap beberapa pasien yang juga tengah menikmati sore hari. Dalam hati menerka penyebab mengapa orang-orang te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD