Sedan hitam keluaran Jerman itu memasuki garasi super luas di kediaman Dimitri. Alana segera turun begitu mesin mobil dimatikan. Namun, ia tak segera masuk ke dalam, melainkan berdiri sebentar di depan pintu yang menghubungkan ruang tengah dan garasi. Dia menunggu Rafael keluar dari dalam mobil terlebih dahulu. Begitu lelaki itu keluar, dia tercenung beberapa saat, menatap Alana yang tampak begitu tenang. Seolah tak ada yang terjadi. Namun, saat ia mengulas senyum tipis, gadis itu segera memalingkan muka, dan alihkan pandangan dari wajah Rafael. Senyumnya seketika meredup, dia tahu dan sadar, jikalau apa yang baru saja ia lakukan adalah kesalahan besar dan telah menyakiti harga diri Alana sebagai seorang wanita. "Alana," panggilnya lirih, tapi, Alana tak menjawab, bahkan tak melirik,

