Sarah melambaikan tangan saat melihat Alana berdiri menunggunya. Gadis itupun balas tersenyum dan melambai pada Sarah. "Maaf ya agak telat, jalanannya macet," ujarnya. "Gak apa-apa kok," kata Alana ramah. "Si boss sih, kebiasaan, ngasih tugas gak bilang lebih awal. Sukanya bikin orang kelabakan," keluhnya. Alana cengar-cengir saja mendengar penuturan Sarah. "Bos kamu pasti nyebelin, iya kan?" "Tuh kan, bukan saya saja yang mikir gitu," Sarah terkekeh. Keduanya pun akhirnya berbincang mengenai kelakuan Rafael yang seringkali membuat mereka harus mengonsumsi pil sabar tingkat dewa. "Tapi, dibalik semua sikap si bos yang nyebelin, dia aslinya baik lho," celetuk Sarah. Alana mengangguk membenarkan pernyataan perempuan di sebelahnya. "Udah sampai, ini salonnya," kata Sarah menunjuk sal

