"Ah segarnya...." Alana baru saja menikmati percikan air hangat dari shower, saat ia mendengar suara ketukan bertubi-tubi dari pintu kamar mandi. "Lana cepetan!" pekik Rafael. "Tumben nih orang jam segini udah bangun," batin Alana . "Lana, kamu denger aku gak sih?" teriaknya keras. Dengan sengaja Alana berpura tak mendengar teriakan Rafael. Karena dia masih merasa sangat kesal dengan perlakuan Rafael semalam. "Alana Sanubari!" Teriakan Rafael semakin kencang. "Rasain! Aku kerjain kamu!" gumamnya dalam hati puas. "Lana cepetan, aku ada janji sama Nathasa nih!" "Bukan urusan aku!" cekikiknya dalam hati. Blam...blam...blam... PIntu kamar mandi terus saja diketuk tanpa henti. "Kalau kamu gak cepet nyahut, aku akan dobrak pintunya sekarang!" ancam Rafael. "Wah gawat!" Alana memp

