Es Krim

1227 Words

"A—aku..." kata Rafael terbata. "Cukup, kamu gak perlu bicara apa-apa lagi!" Alana mengarahkan telunjuknya ke muka lelaki itu. Ting! Lift terbuka secara otomatis setelah mencapai lantai yang dituju. Keduanya masih dalam posisi berhadapan dan saling tatap, membuat keadaan yang terasa canggung. Semua orang dapat melihat si lelaki berdiri tercenung di depan gadis yang pipinya telah basah oleh air mata. "Hah diapain pacarnya?" bisik mereka. "Uhm, permisi!" Panggil salah satu dari beberapa orang yang sedang menunggu di depan lift. Kesemuanya tampak tak sabar. Seketika keduanya sadar kalau kini sedang menjadi tontonan orang-orang itu. "M—maaf," Alana mengusap butiran bening yang membasahi pipinya. Ia segera melangkah pergi, menggunakan kesempatan ini untuk menjauh dari Rafael. Alana mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD