"Kamu kenapa tiba-tiba merubah rencana? Bukannya kamu bilang mau beliin aku baju?" Alana mengintip wajah Rafael yang sedari tadi menunduk menatap ke arah steering wheel. Mata lelaki itu memejam seolah sedang memikirkan sesuatu. "Rafa?" Gadis itu menggoyangkan lengan si pria yang tak berkutik tersebut. "Kamu ini kenapa sih?" "Aku lagi mikir!" bentaknya keras hingga membuat Alana terperanjat dan mundur seketika. "Mikir soal apa?" Rafael menghela nafas panjang, lalu melirik padanya. "Mikir kenapa ada orang sebodoh kamu. Kenapa kamu diem aja sih diperlakukan gitu sama mereka? Kamu kan punya mulut Alana, kamu harusnya bilang pada mereka kalau kamu itu istri aku. Masih bagus aku tadi gak memecat mereka saat itu juga—" "Aku," "Aku memang ngerasa gak pantes masuk ke sana. Lagipula aku ju

