Pedro POV Syukurlah hubunganku dan Cristina disambut baik oleh Ayah. Walau dia bisa menerima si setan dengan baik, tapi tetap saja Ayah lebih bahagia kalau aku pacaran dengan seorang gadis. Aku tersenyum lebar saat melihat gadisku, Cristina maksudku sedang bercanda gurau dengan Bianca. Mereka membicarakan mengenai tas Dior yang tidak aku pahami, tapi aku tidak keberatan kok, soalnya dia terlihat lebih manis saat bersemangat seperti itu. Sementara ibuku, atau sebenarnya ibu Bianca tengah menyiapkan makan malam untuk merayakan hari jadiku. Inilah kehidupan yang aku dambakan, normal dan bahagia. Jauh dari invasi tetangga gila yang syukurlah tak muncul-muncul lagi sejak kemarin pagi. Aku mendekati mereka, duduk di samping Cristina dan merangkul pundaknya. Dia tersenyum dan mengecup pipiku

