Agusta POV Aku meraih jasku, memakainya asal dengan tidak niat. Sementara Elanor dan Marvis menunggu sambil berciuman di dinding kamar tidurku. Aku langsung mencibir betapa menyebalkannya sikap pasangan tidak tahu bersimpati seperti mereka. "Berhentilah bermesraan di depanku!" protesku. Marvis mengabaikannya begitu saja, malah berbuat semakin jalang dengan menjilati leher Elanor. Sedangkan murid sadisku itu malah tersenyum menghina. "Makanya jangan main hati Agusta, lihat betapa menyedihkannya dirimu sekarang? Kalah dari Cristina kecilku." "Aku belum kalah! Akan kurebut kembali kelinciku!" balasku datar, kemudian menarik paksa mereka berdua mengikutiku. Mereka berdua kembali menertawakanku, mengatakan dengan yakin bahwa Bunny tidak lagi mencintaiku. Tentu saja itu tidak benar, sebab a

