Bab. 21 - Luka

1735 Words

Sepandai-pandai burung terbang, ada saatnya bertengger juga Sepandai-pandai seseorang menyimpan kesedihan, ada kalanya lelah juga ...  Akan tetapi, jangan biarkan sayapnya patah Agar esok, bisa kembali mengudara dengan senyum terindah ... ***  Pukul tujuh lewat lima belas menit, Ines tiba di kontrakan. Ia kehausan dan kelaparan karena belum makan malam. Niatnya ingin segera goreng telur dan buat kentang balado. Saat meneguk minum di gelas, dua bola matanya mendapati pemandangan aneh di bawah sana. Ada seperti noda bercak berwarna merah bercecer di lantai. Ditaruhnya gelas di atas meja. Ia mengikuti arah bekas tetesan mencurigakan itu ke kamar Angel. Perasaannya mulai tidak nyaman. Begitu membuka pintu kamar yang sedikit dibiarkan terbuka, matanya membola hampir sempurna. "Angel!" te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD