chapter 61

1202 Words

Alvi terlihat kesal karena kakinya yang masih di gips. Dia tidak bisa bergerak kemana-mana dan hanya bisa meminta tolong pada saudaranya. Siska yang melihat itu tersenyum geli dan dia meminta pekerjanya membawakan kursi roda. Agar dia tetap bisa bergerak. Namun, pekerjanya belum membawakan pesanannya. Jadi dia masih terlihat kesal. Dan Vendra sering kali meninggalkannya karena dia kesal pada saudaranya yang menjadi pemarah. Tapi dia akan kembali.             “Aku gak suka kamu marah-marah kayak gitu. Vendra akan nolongin apa pun yang Alvi mau, tapi jangan marah-marah kalau Vendra lama nolonginnya. Vendrakan juga lagi main,” ucapan Vendra membuat Siska terdiam. Walau Vendra lebih tua lima menit dari Alvi. Tapi dia tidak pernah berkata apapun setiap kali Alvi terlihat lebih tua darinya. Tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD