Langkah Aldian pun berjalan keluar tanpa berkata apapun. Bayangan-bayangan Lovita seakan terputar dikepalanya. Bayangan perempuan yang berusia delapan belas tahun dan mencintainya begitu besar. Apakah saat ini dia masih mencintainya? Atau hatinya sudah beralih pada Leo? Apa yang harus ia lakukan sekarang? Melepaskan? Tidak! Dia tidak akan pernah melepaskannya. Dia sudah memberikan banyak luka padanya. Dan dia ingin merubah seluruh luka itu. Dia ngin menebuh dosanya. ***** “Kakak! Kakak jangan terlalu lelah. Nanti kakak sakit karena bekerja terlalu keras,” perkataan gadis muda itu memasuki ruangan Aldian tanpa perlu dipersilahkan. Dia duduk di bangku sofa dan menatapnya kesal. ” Kakak baru sembuh sakit, kemarin badan kakak panas,” Gerutunya panjang. Namun, Aldian seakan tidak memp

