Lovita terbangun saat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi. Dia jarang bangun jam segini walau pun di hari libur. Biasanya dia akan bangun pukul enam atau tuju pagi. Mungkin karena dia membuat pai s**u sampai jam empat pagi. Dia pun beranjak dari kasur dan suaminya pun sudah tidak ada di kamar. Lovita berjalan keluar dan masuk kamar kedua putranya yang sudah sangat rapi. Lovita mengerutkan keningnya bingung. Mereka sudah bangun, tapi tidak ada yang membangunkannya. Lovita pun berjalan turun berpegangan pada tiang tangga. Saat di lantai dasar dia mendengar keributan di area dapur. Lovita pun berjalan ke arah dapur dia melihat anak-anak dan Aldian sedang membuat pancake ala mereka. Lovita harus menutup mulutnya karena dia tidak bisa menahan tawanya saat melihat ketiga lelaki itu bel

