Sesekali Lovita mencuri pandang kearah Aldian. Seakan mayakinkan dirinya kalau pria ini cemburu padanya. Setelah pertemuannya dengan Leo tadi, Aldian tidak banyak bicara. Dia hanya membukakan pintu mobil dan membantu Lovita untuk duduk. Dan selama perjalanan pulang pria ini tidak berkata apapun. Memikirkan Aldian cemburu dengannya sangatlah mustahil. Walau semuanya sudah terbongkar, Aldian tidak pernah mencintainya. Dia hanya menghormati Lovita sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya. Bahkan mereka sudah sepakat akan berpisah saat anak dalam kandungan Lovita lahir. Bagaimana mungkin ia bisa mencintainya? Sepertinya itu sangat tidak mungkin. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Mobil Aldian masih melaju dengan kecepatan sedang menuju rumah. Tanpa sadar Lovita melihat penjual e

