PART 90

1707 Words

Entah sudah berapa kali Geundis mengembuskan napas pelan untuk menormalkan detak jantungnya yang bertalu-talu dengan cepat. Dia panik dan takut sekarang, mengingat dia sebentar lagi akan mendaratkan kaki di lantai tiga karena kini dia sedang menaiki satu demi satu anak tangga. Tap … Tap … Tap  Bahkan suara langkah kakinya sendiri terdengar begitu menggema dan membuatnya takut sendiri. Geundis memeluk dirinya sendiri karena semakin dia naik ke atas, semakin dingin hawa di sekitarnya yang dia rasakan sampai tubuhnya terasa menggigil.  “Bisa, bisa, aku pasti bisa,” ucap Geundis, mencoba menguatkan dan menyemangati dirinya sendiri.  Geundis mengembuskan napas pelan begitu kedua kakinya kini menginjak keramik lantai tiga. Seperti biasa pencahayaan di dekat tangga tampak remang-remang, dan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD