PART 82

2277 Words

Geundis tak membuang waktunya lagi, dia bergegas menuju area tempat mayat, walau waktu sekarang menunjukkan pukul 6 sore, dia berharap Pak Herman masih berada di tempat karena biasanya pria paruh baya itu memang sering berada di rumah sakit sampai larut malam. Begitu tiba di area kamar mayat, Geundis kini berdiri tepat di depan pintu ruang penyimpanan mayat. Berniat membuka pintu yang dalam kondisi tertutup itu, Geundis terkejut bukan main saat pintu tiba-tiba terbuka bahkan sebelum dia sempat menyentuhnya. “Ih, Dav. Bikin kaget aja deh.”  Alih-alih Pak Herman yang keluar dari ruangan itu, justru Davin yang dia lihat menjadi penyebab pintu terbuka, dia baru saja keluar dari ruang penyimpanan mayat. Satu alis Davin terangkat naik. “Kamu ngapain ke sini? Aku pikir lagi sok jadi pahlawan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD