Bab 23

1981 Words

Mata Namira terus fokus pada layar ponselnya yang sedang menampilkan video ijab kabul yang dilakukan Kevan pagi tadi. Sejak resepsi pernikahan mereka selesai, ia terus mengulangi video tersebut. Sayang sekali karena ia tak bisa melihat Kevan mengucap ijab kabul atas namanya secara langsung karena ia baru keluar setelah ijab kabul itu selesai. “Ya Allah, jantung gue,” gumam Namira sambil meletakkan telapak tangannya di jantungnya, merasakan detak yang mengencang di dalam sana saat mendengar suara Kevan menyebut namanya dengan lantang dan penuh kesungguhan. Ya, mereka memang telah resmi menjadi sepasang suami istri saat ini. Empat bulan bukanlah waktu yang lama untuk menunggu hari bahagia ini. Apalagi jika waktu empat bulan tersebut mereka habiskan untuk membahas tentang konsep yang akan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD