“Aku dan Rakheem ke arah hall,” lapor Angela cukup pelan hingga hanya terdengar oleh Rakheem di sebelahnya dan Mikail di seberang sambungan. “Ya, Bravo sepertinya juga akan bergabung di sana. Akan datang dari pintu barat. K, bagaimana denganmu?” “Mereka cukup banyak. Tidak, sangat banyak. Beberapa sudah kulumpuhkan, sebagian dari mereka yang berada di luar kastel. Aku tak menemukan yang perempuan,” ucap Kojiro yang melihat arah luar dan sekitar kastel dengan magnifier scope khusus buatan Mikail yang berbentuk kacamata di salah satu sisi matanya. “Hm ... apa waktu yang kulihat ini sudah benar? Berapa lama waktu yang kaubutuhkan untuk menyelesaikan mereka, K? Apa kau butuh bantuan di sana?” tanya Rakheem dengan sinis pada Kojiro sambil membetulkan posisi earphone di teli

