Chapter 41

2774 Words

    Yuri tersentak, terbangun di rebahanna. Napasnya terengah dan seluruh wajahnya sudah basah oleh keringat. Yuri menutup wajahnya dengan kedua tangan, menutup mata dan berusaha menenangkan diri. Mimpi buruk? Yang diingatnya saat terbangun  adalah sebuah ledakan hebat di atas awan. Lalu Yuri melihat kepala Mikail basah oleh darah. Saat ia menunduk, ia melihat kedua tangannya pun terlumuri oleh cairan yang sama. Darah. Yuri menggeleng keras, kemudian menjauhkan kedua tangan dari wajahnya dan membuka mata. Kedua tangannya bersih. Tremor, tapi tidak ada setetes darah pun. Apa aku baru saja bermimpi membunuh Mikail dengan kedua tanganku sendiri? Mimpi yang sangat buruk. Kaus yang dikenakan Yuri sudah basah oleh keringat. Sekali lagi Yuri mengatur napas saat ia masih merasakan jemarinya gemeta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD