Saat Diana membersihkan luka di tangan pria berlumuran darah itu. Ia melihat pergelangan tangannya terdapat luka sayatan. Wanita itu kaget dan seketika langsung memanggil perawat yang lain. “Sepertinya dia pasien percobaan bunuh diri! Siapkan beberapa kantung darah. Dia banyak kehilangan darah.” Pinta Diana pada salah satu perawat. “Baik, Dok.” Perawat langsung pergi meninggalkan Diana. Diana melihat pria yang terbaring dihadapannya. Sangat tampan sekali. Walau umurnya tidak terlalu muda lagi. Dokter Radit yang berdeham tepat di samping Diana. Seketika membuat wanita itu menoleh melihatnya, “Jangan sampai terpesona dengan pasien, Di. Ingat, situ udah ada yang punya. Kasihan si doi antar jemput terus.” Dokter Radit berbisik pelan di telinga Diana. Seketika Diana menghela nafas kasar

