Setelah Dokter Radit pergi dengan wajah yang terlihat ceria kembali. Diana kembali masuk dan menutup pintu rumahnya. Baru saja ia berbaring di atas ranjangnya. Ponselnya tiba-tiba berdering menandakan ada panggilan masuk. Ternyata dari ayah dan ibunya. “Assalamualaikum, Nak.. Bagaimana kabarmu? Kok lama nggak pernah telfon sih? Ayah dan Ibu, kangen loh sama kamu.” “Waalaikumsalam.. Kabar Diana baik-baik saja, Yah, Bu.. Kabar kalian sendiri di sana bagaimana?” Tidak mungkin Diana memberitahu kedua orang tuanya tentang kejadian beberapa hari yang lalu di alaminya. Jika mereka mengetahuinya, bisa-bisa ayah dan ibunya akan langsung berangkat menyusulnya ke sini. “Alhamdulillah, kabar kami baik semua. Bagaimana dengan pekerjaan kamu? Kok kayaknya betah lama-lama di sana, Di?” Diana seket

